SBY PRESIDENCY

"Saudara Nazaruddin, kembalilah ke Indonesia. Datanglah baik-baik agar segalanya bisa diselesaikan dengan benar. Kalau Saudara Nazaruddin yakin tak bersalah dan katanya banyak tahu sejumlah penyimpangan di Partai Demokrat, sekali lagi, kembalilah ke Tanah Air. Jelaskan ke penegak hukum," kata SBY ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2011).
SBY mengatakan, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum. Proses hukum, kata Presiden, akan berjalan secara transparan dan akuntabel. Dengan demikian, rakyat dapat mengikuti kejadian yang sebenarnya. Ketidakhadiran Nazaruddin di Indonesia telah mengakibatkan terjadinya penghakiman sepihak.
Sudah ketujuh kalinya SBY meminta Nazaruddin kembali. Sebelumnya, pada 11 Mei 2011, tarkait kasus Nazaruddin, Presiden pernah mengatakan, tidak boleh ada tebang pilih. "Sekalipun itu kader Partai Demokrat ataupun dari jajaran pemerintah," katanya.
Selanjutnya, pada 28 Mei 2011, SBY meminta pengurus Partai Demokrat proaktif meminta Nazaruddin kembali secara sukarela. Dua hari berselang, SBY, seperti disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa, melalui Kepala Polri, meminta Pemerintah Singapura untuk bekerja sama membantu pemulangan Nazaruddin.
Lalu, 1 Juli 2011, SBY kembali meminta Kepala Polri menangkap Nazaruddin dan berkoordinasi dengan KPK. Dua minggu kemudian, dari kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, SBY menyatakan secara pribadi sangat ingin Nazaruddin ditemukan dan dibawa kembali ke Indonesia.
Terakhir, Jumat (22/7/2011), SBY meminta Nazaruddin kembali ke Indonesia dan memberi informasi selengkap-lengkapnya menyangkut isu internal partai. Namun, terlepas dari instruksi dan permintaan, Nazaruddin tetap di luar negeri. Nazaruddin, yang mengaku menghormati SBY, mengatakan bersedia pulang jika KPK memeriksa Anas dan orang-orang yang dituding turut menikmati uang wisma atlet.
Source: KOMPAS
ENGLISH VERSION:
- SBY: Do NOT Base Development on Market Mechanism
- SBY’s English speeches illegal: Mahfud
- Police want help tracking down SBY texter
- Yudhoyono calls out text-messaging “cowards”
- After SMS rumor, SBY asks media to be cautious
- Yudhoyono Slams WikiLeaks at International Defense Conference
- SBY 'Shocked,' First Lady in Tears Over Wikileaks Allegations
- SBY Calls for Emerging Nations to Have Greater Rol...
- SBY Orders Governors to Unsnarl Traffic
- President Too ‘Slim’ for Old Clothes on New Diet
- SBY’s Rousing Challenge to Private Sector
- SBY: Save Our Nation From Radicalization
- SBY’s Encore To Shed More Light on Plan For Econom...
- SBY Lays Out Plan to Become Top-10 Economy
- SBY Outraged by 'Cowardly,' 'Libelous' SMS
- Yudhoyono ‘Blunders’ Responding to SMS Allegations...
- SBY Hits Back at Mysterious Message
- Yudhoyono Blasts Social Web Sites, Blackberry Over...
BERITA LAINNYA:
- SBY Sebut Kasus Nazar Musibah Demokrat
- Ruhut: Jangan Pisahkan Aku dengan SBY
- SBY, Mega, dan Habibie Pidato Pancasila
- SBY: Indonesia Jangan Takut Pasar Bebas
- SBY: Indonesia Bisa Minta Moratorium
- SBY: "Ini Luar Biasa Gaduhnya Negara Kita"
- Presiden SBY Akan Tindak Wajib Pajak Bandel
- SBY Menjawab Demonstran
- SBY Paparkan Capaian Program 100 Hari
- Presiden Sediakan Rp100 Triliun Kredit Untuk Rakya...
- Presiden Minta Makassar Mengembalikan Kejayaan PSM...
- SBY Bentuk Komite Inovasi Nasional
- Menkeu: Program 100 Hari Kerja Sudah 100 Persen
- SBY Resmikan 2 PLTU Baru
- Demokrat: 100 Hari KIB II Baik, yang Kurang Pember...
- SBY Imbau Pendemo 28 Januari Jaga Diri dari Penyus...
- Istana: Tak Ada Perintah Stop Kasus Century
- Presiden Minta Pers Pelopori Kongres Sepak Bola
http://sbypresidency.blogspot.com/

0 comments:
Post a Comment