SBY PRESIDENCY
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pertanahan di seluruh Indonesia harus diatur dengan baik. Dengan demikian pembangunan yang dilakukan akan mengelola tata ruang, sehingga tidak ada tanah yang terlantar ataupun kerusakan lingkungan.
Hal ini dikatakan Presiden SBY dalam peringatan 50 Tahun Hari Agraria Nasional di Istana Bogor, 21 Oktober 2010.
"Tanah di Indonesia beserta tata ruang di seluruh kepulauan haruslah diatur dengan baik. Tidak bisa lagi apakah di sektor kehutanan misalnya, dilakukan tanpa konsep tata ruang yang benar dan pengelolaan yang benar pula," kata SBY.
SBY mencontohkan ketidakteraturan tata ruang menyebabkan pengelolaan yang tidak benar. "Kita menemukan berbagai lingkungan yang rusak. Lahan-lahan yang terlantar, karena kealpaan kita," ucap SBY.
Selain itu, perbaikan tata ruang juga akan menimbulkan kepastian status hukum terhadap suatu lahan. Sehingga permasalahan sengketa lahan pun dapat diatasi. "Apabila semua dilakukan secara benar, tidak serampangan, tidak main serobot, tidak main pakai."
Tapi, SBY menekankan jika Undang-Undang sudah jelas, perencanaan jelas, manajemen jelas, maka yang terjadi adalah kepastian atas batas kepemilikan dan penggunaan. (hs)
• VIVAnews
BERITA LAINNYA:
- SBY: Indonesia Jangan Takut Pasar Bebas
- SBY: Indonesia Bisa Minta Moratorium
- SBY: "Ini Luar Biasa Gaduhnya Negara Kita"
- Presiden SBY Akan Tindak Wajib Pajak Bandel
- SBY Menjawab Demonstran
- SBY Paparkan Capaian Program 100 Hari
- Presiden Sediakan Rp100 Triliun Kredit Untuk Rakya...
- Presiden Minta Makassar Mengembalikan Kejayaan PSM...
- SBY Bentuk Komite Inovasi Nasional
- Menkeu: Program 100 Hari Kerja Sudah 100 Persen
- SBY Resmikan 2 PLTU Baru
- Demokrat: 100 Hari KIB II Baik, yang Kurang Pember...
- SBY Imbau Pendemo 28 Januari Jaga Diri dari Penyus...
- Istana: Tak Ada Perintah Stop Kasus Century
- Presiden Minta Pers Pelopori Kongres Sepak Bola
http://sbypresidency.blogspot.com/



Iklan Kerja Online
CHOICES YOUR DREAMS, WANTS AND NEEDS
www.video2be.com
0 comments:
Post a Comment