Custom Search

Presiden Serukan Tolak Fitnah dan Berita Bohong

SBY PRESIDENCY

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan agar bangsa Indonesia menjauhkan sikap dan perilaku yang bertentangan dengan ajaran universal agama-agama yang pada hakikatnya menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kebertanggungjawaban.

”Bersama-sama mari kita serukan penolakan terhadap fitnah, berita-berita bohong, dan perilaku kasar yang melampaui kepatutan,” ujar Presiden Yudhoyono dalam pidato pada Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (27/12).

Hadir dalam acara itu antara lain Ny Ani Yudhoyono, Wakil Presiden dan Nyonya Herawati Boediono, para menteri kabinet, pejabat tinggi pemerintah dan negara, serta para pemimpin Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Sebelumnya, Presiden menyebutkan sejumlah fenomena sosial dan politik yang muncul akhir-akhir ini, antara lain tabiat dan perilaku baru yang didasarkan pada fitnah, berita-berita bohong dan tidak berdasarkan fakta dan kebenaran.

”Di sejumlah tempat di Tanah Air juga muncul perilaku kasar dan bernuansa kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat dalam mengekspresikan hak dan kebebasannya. Apa yang saya prihatinkan adalah semua tabiat itu telah melampaui batas kepatutan yang tidak dapat diterima dasar-dasar moral, etika, dan budi pekerti yang semuanya menjadi ajaran utama semua agama.

Menurut Presiden, apabila hal negatif itu terus berkembang, kehidupan masyarakat jadi tidak tenteram, bangsa penuh konflik dan kegaduhan.

Presiden juga menyatakan, Indonesia patut bersyukur karena seperti tahun-tahun sebelumnya perayaan Natal tahun ini berlangsung tenang, tenteram, dan damai. ”Jelas suasana ini hasil kerja keras kita bersama selama ini. Ini harus dapat kita pertahankan dan kita tingkatkan. Ke depan kegiatan dan perayaan agama apa pun harus berlangsung dalam suasana seperti ini,” ujar Presiden.

Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada mereka yang semakin peduli pada kelestarian lingkungan, mencegah berlangsungnya pemanasan global dan perubahan iklim.

Ia menekankan, krisis lingkungan ini sesungguhnya menjadi krisis global yang paling mencemaskan. Ia menghargai gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon, efisiensi penggunaan bahan bakar dan energi, pengelolaan limbah, dan penyelamatan hutan dan air.

Presiden menyerukan pula agar setiap tahun Indonesia bisa menanam 1 miliar pohon(KOMPAS)

http://sbypresidency.blogspot.com/

0 comments:

Post a Comment

 

Custom Search

SBY PRESIDENCY