Custom Search

SBY Kritik Media Soal Pemberitaan Ledakan Bom JW Marriott dan Ritz Carlton

http://media.vivanews.com/thumbs/61010_presiden_susilo_bambang_yudhoyono_di_pertemuan_khusus_menteri_luar_negeri_asean__thumb_300_225.jpg

SBY PRESIDENCY. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyesalkan sikap media di Indonesia yang telah mendeskreditkan dirinya dengan memutarbalikan fakta, mengenai isi pidatonya saat peledakan di hotel Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli 2009 lalu.

SBY mengaku prihatin atas isu yang bergulir di media massa, bisa dikatakan polemik atau wacana ini sudah bergeser dari yang sesungguhnya, dan waktu itu SBY pidato dalam kapasitasnya sebagai presiden.

"Setelah saya mencetak transkrip pernyataan saya, tidak ada itu, coba pahami kata demi kata, kalimat demi kalimat, namun yang terjadi berubah apa yang saya katakan, seperti di plintir dianggap SBY menuduh begitu saja, kaitannya terjadinya pengeboman," kata Presiden saat membuka rapat kordinasi Partai Demokrat di Kemayoran, Jakarta, 22 Juli 2009.

Sementara mengenai gambar yang saya tunjukan, lanjut SBY itu banyak yang mengatakan peristiwa tahun 2004, padahal kejadiannya baru saja terjadia pada tahun 2009 sekitar bulan Mei lalu.

"Saya mendapat laporan itu untuk berjaga-jaga dan ini laporan intelijen bukan gosip, bukan plintiran," tuturnya.

Sebagai kepala negara, SBY mengaku memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan dalam negeri dari berbagai bentuk teror dan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Sebagai kepala negara, saya wajib mengingatkan rakyat Indonesia dan terutama bagi pihak-pihak yang ingin melakukan tindakn melawan hukum, kita ini menghadapi ancaman serius yakni terorisme," tuturnya.

Karena itu, bangsa ini harus bersatu, satu komitemen untuk menjaga keamana dalam negeri.
VIVAnews

0 comments:

Post a Comment

 

Custom Search

SBY PRESIDENCY